Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Cerpen

Kurawat Senyum Di Wajah Mereka

“..sebab bahagia itu sederhana. Sesederhana ketika kita dapat melihat orang lain tertawa bahagia, ketika kita dapat berbagi, mengabdi dan bersyukur.” Matahari dengan terpaan sinarnya menerjang wajah dan seluruh tubuhku. Siang yang cerah dengan udara yang begitu terik terasa. Hembusan angin yang bertiup meruntuhkan dedaunan yang kering. Lima belas menit dengan scooter merah yang kugunakan telah membawaku tepat di depan mereka yang sedang berkumpul menungguku. Mereka yang memenuhi ruang ingatanku akhir-akhir ini. Wajah-wajah yang selalu tersenyum ceria menari-nari di pelupuk mata. Meraka adalah sekelompok anak yatim. Seorang anak yang tidak memiliki bapak yang harus benar-benar berjuang untuk tetap melanjutkan sekolah dan membantu ibunya bekerja dalam mempertahankan kehidupannya. Mereka yang membuat hidupku menjadi lebih bernilai. Mereka yang membuatku mampu melihat banyak orang khususunya anak yatim dhuafa yang membutuhkan uluran tangan. Mereka membuatku ingin berbagi. Aku harus...

Mengagumi

Apakah kau ingat pertemuan kita? Sejenak. Kala itu, di antara senja yang terbenam di kaki cakrawala dan lantunan ayat-ayat Ilahi mulai dikumandangkan. Tapi entahlah, mungkin hanya aku yang menyebutnya sebagai pertemuan. Aku hanya ingin kau tahu sesuatu. Tidak peduli kau akan menganggapku seperti apa ketika kalimat pengakuan kuucapkan lewat tulisan ini. Tidak peduli dengan sunggingan bibirmu yang kecut ketika kau membaca tulisan ini dan tahu bahwa kata-kata yang sedang kau baca adalah tentangmu. Tidak peduli kau mengetahui betapa picisannya aku yang tidak pernah alpa membaca timelinemu di media sosial. Aku mendakak menjadi stalker tingkat dewa. Aku masih ingat suaramu yang renyah. Wajahmu yang sulit dikatakan gagah tapi lebih gampang disebut teduh. Bagaimana ujung matamu berkerut ketika tersenyum. Lalu bagaimana bisa aku merasa kau orang yang menyenangkan dan membuatku ingin menjadi bagian dari sekelumit orang yang berjuang bersamamu. Hingga pada suatu ketika, waktu memper...

Cerpen Sepotong Episode

Cerita ini berawal lewat pertemuan di sebuah forum organisasi jurusan. Pertemuan yang sudah menjadi tradisi setiap tahunan dan saatnya mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makasssar yang menjadi tuan rumah. Kebetulan pada saat itu masa kepengurusan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) adalah angkatan 2012 periode 2014-2015. Masa-masa kejayaan Rinai sebagai pengurus lembaga di kampus. Awalnya sama seperti teman-teman peserta lainnya yang berasal dari daerah yang berbeda-beda adalah teman biasa yang kebetulan dipertemukan karena kegiatan jurusan. Pertemuan itu tentunya tidak disia-siakan. Saling berkenalan, berdebat di forum resmi, makan bareng, berbagi pengetahuan, bertukar informasi dan tentunya tukeran nomer telvon. Tukeran nomer telvon? Nyaris semua peserta sudah punya nomer telvon Rinai. Bukan hasil dari tukeran tapi mereka memang harus menghubungi nomer Rinai setiba di bandara Sultan Hasanuddin mengabarkan kedatangannya untuk dijemput, nomer yang satu-s...