“dengan rendah hati aku mengakui : aku adalah bayi semua bangsa dari segala jaman, yang telah lewat dan yang sekarang. Tempat dan waktu kelahiran, orang tua memang hanya satu kebetulan, sama sekali bukan sesuatu yang keramat” "Anak Semua Bangsa" merupakan roman sejarah bangsa Indonesia. Buku ini bukan sekedar novel atau roman belaka. Paramoedya berusaha untuk menggugah dan menggali rasa nasionalisme dalam diri pembaca terhadap bangsanya melalui tokoh Minke, Nyai Ontosoroh, Surati, Trunodongso, cerita tentang pergerakan yang telah dilakukan oleh bangsa lain dan sebagainya. Melihat kenyataan sekarang bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia telah memudar. Sadar atau tidak sadar Indonesia saat ini juga dijajah oleh bangsa asing. Mungkin tidak sebanding dengan masa penjajahan dahulu tapi sebenarnya sangat menyakitkan melebihi sakit yang diderita oleh Surati dan Trunodongso. Jadi, perbedaan yang dialami nenek moyang kita dahulu dan yang dialami oleh kita saa...
Di sinilah aku melepaskan kecamuk rasa. Bukan apa-apa, hanya saja serpihan kenangan yang tidak pernah utuh dilakoni.