Skip to main content

Cerpen I Wanna Be A Strong Girl



 “Allahumma wa mudzhiba al-ba’si anta asy-syaafi, laa syafiya illa syifaauka, syifaan la yughadiru saqaman : Ya Allah ya Tuhan kami, hanya Engkaulah yang menghilangkan kesedihan, Engkaulah yang Maha menyembuhkan, Tidak ada yang mampu menyembuhkan kecuali hanya Engkau yang menyembuhkan, sembuh tanpa terasa sakit.”
Ya Allah.. Aku tau Engkau bagitu sayang padaku, sehingga Engkau memberikan ujian ini. Rasa sakit yang menyayat hati setiap detik waktuku. Rasa kecewa yang menggerogoti tiap detak jantungku. Kenyataan telah membuat hatiku terluka. Waktu telah ikrarkan kepalsuan rasa. Siang yang terang benderang bagiku mendung yang siap menumpahkan tangisnya. Atas puing luka yang telah digoreskan dan seutas kenangan hingga menggerogoti urat nadiku.
Perlahan, aku sudah mulai sembuh melalui proses waktu yang tidak sebentar. Rasa sakit itu tak lagi mencabik-cabik hatiku. Aku sudah bisa sedikit demi sedikit melupakan kejadian pahit itu dan merasa seperti tak pernah terjadi apa-apa. Aku bisa bangkit dari keterpurukan kemarin. Meskipun bila aku melihatnya, rasa perih itu masih ada. Tetapi aku bersyukur aku sudah mulai membaik. Lambat laun aku pasti terpulihkan dan mulai bisa menerima kenyataan.
Allah, Engkau laksana badai yang mengamuk dan aku adalah debu yang diterbangkan. Engkau ciptakan aku mempunyai kaki tetapi tak diberikan tempat tuk berpijak. Engkau bubuhkan benih-benih cinta di hatiku tapi mengapa Engkau tumbuhkan pula rumput yang berduri.
Namun, Aku bisa berpikir hikmah dari kejadian ini. Engkau hendak mendewasakanku dengan menaburkan berbagai duri yang membuat kakiku berdarah-darah tuk melewati penghianatan darinya. Engkau ingin aku lebih banyak bersyukur dengan penderitaan dan rasa kecewa ini karena Engkau hendak menguji keimananku. Engkau ingin aku tau bahwa aku mempunyai seseorang yang begitu mencintaiku karena-Mu. Seseorang yang siap dengan telinganya untuk mendengar apa yang aku katakan. Seseorang yang siap untuk ku pinjam bahunya saat letih mendera hari-hariku.
Padamu yang pernah mematrikan cinta untukku. Aku bersyukur atas anugerah Allah berupa dirimu yang pernah singgah dalam kehidupanku, meskipun menyisahkan sebuah luka yang kau goreskan dalam lubuk hati ini. Terimahkasih atas semua rasa sakit yang kau berikan dengan manis. Walau ada satu hal yang tidak ku mengerti dan tidak aku terima dengan nalarku, aku ingin tetap bisa bersyukur dan mengucapkan terimah kasih kepadamu atas pengalaman cinta yang pernah kau patrikan untukku. Biarlah pengalaman itu kusimpan rapi dan kujadikan memori dalam catatan hidupku.
Karena kamu, aku bisa belajar untuk menjadi seseorang yang lebih kuat. Menyembunyikan apa yang harus di sembunyikan agar tidak terlihat  lemah di mata orang. Agar orang-orang yang berada disekelilingku pun tak tau kepedihan yang sedang akau rasakan. Agar tak ada tumpahan air mata di pipi mereka yang betul-betul menyayangi saat melihatku sedang menderita karena ulahmu. I WANNA BE A STRONG GIRL
Telah banyak air mata yang kutumpahkan namun tak bisa mengobati luka ini secara keseluruhan. Tangisku di hari kemarin sudah cukup menunjukkan bahwa aku belum bisa menata lukaku sendiri. Tapi aku jadi tau bahwa semua yang aku lakukan adalah perbuatan yang sia-sia.
Ya Allah.. ingin segera ku menghentikan laju darah yang menyiksaku. Ingin segera ku menyambut sejuk pagi setelah sekian lama menghabisiku dengan kelamnya malam. Ingin segera ku menatap hari tanpa air mata dan mengatakan selamat tinggal masa yang suram.
Setelah cinta ini kupatrikan untuknya ternyata cinta ini berakhir begitu menyakitkan. Cinta ini melemahkanku. Dia bukan lagi matahari dan bintang untukku. Ya Allah.. Engkau yang memberikan aku cinta padanya. Aku kembalikan cinta ini pada-Mu. Aku mau cinta yang menguatkanku bukan cinta yang melemahkanku. Ya Allah.. Beri aku kemampuan untuk lebih sabar, ikhlas dan memaafkan dia. Karena aku tau bahwa hidupku belum berakhir, hidupku akan terus berlanjut dan itu harus aku jalani. Hidup ini terlalau kejam jika hanya diisi dengan kesedihan dan hanya diisi dengan memori masa lalu yang suram.
Allah, peluk aku dalam lindungan-Mu. Jauhkanlah aku dari cahaya cinta yang sia-sia. Belailah aku dengan pancaran nur-Mu yang agung nan suci. Jaga aku selalu di jalan-Mu agar aku selalu bersyukur atas nikmat yang telah Engkau berikan padaku.
Aku ingin bangkit dan melupakan semua kisah itu agar aku bisa mengikhlaskan kekecewaan ini. Ku patrikan semua harapanku pada-Mu. Biarlah kasih-Mu dan dan cinta-Mu yang terus bersinar dan bernaung didalam hatiku karena kasih dan cinta-Mu tidak akan mengecewakanku. Dan jika aku tak mampu melupakannya, izinkan sakit ini sebagai penghapus dosaku.

F.A Ulma
Jumat, 08 Agustus 2014

Comments

Popular posts from this blog

Cinta Dalam Diam

Aku mencintaimu dalam diam
Agar cinta itu tetap utuh tak tersentuh
Seperti mentari ketika menyapa kuntum bunga yang bermekaran
Tak pernah menyentuh namun cintanya terasa bagi kuntum-kuntum bunga yang sedang bermekaran

Mungkinkah ada aku di hatimu
Adakah kau tau bahwa aku sangat menginginkanmu

Saat bibir tak lagi mampu berkata
Hati ini menjerit memanggil namamu
Terngiang selalu saat kau panggil namaku
Membawaku semakin berkhayal akan dirimu
Tergambar jelas semua tentangmu
Tentang senyumanmu
Tentang kebijaksanaanmu
Bahkan cara kau menatapku
Gelisah malamku merintih merindukanmu
Seakan pagi tak akan bertemu malam

Namun cukup dalam diamku
Dalam diam aku mengagumimu
Dalam hening aku memikirkanmu
Dalam doa aku merintih mengharapmu
Dalam kesendirian aku bertahan memujamu
Aku merindukanmu berharap kau mecintaiku
Mencintai cinta dengan cintaNya
Dan aku akan selalu mencintaimu dalam diamku
Hingga cintaku dan cintamu di persatukan dalam cintaNya

Resensi Buku MELAWAN TAKDIR Karya Prof. Hamdan Juhanis

Melawan Takdir. Adalah  buku Otobiografi motivasi Hamdan Juhannis, dosen sekalgius professor termuda di Universitas Islam Negeri (UIN) Alaudddin Makassar. Terbit pertama kali pada Juli 2013 hingga pada cetakannya yang keenam November 2013, Melawan Takdir bukanlah karya tulis pertama yang berhasil diterbitkan dari  seorang yang resmi menyandang gelar  professor atau guru besarnya pada usia 37 tahun itu. Jauh sebelum menulis otobiografi motivasi tersebut, ayah dari dua orang putri ini  telah aktif menulis berbagai opini yang dimuat di surat kabar.
Prof. Hamdan Juhannis adalah seorang Profesor termuda. Dia enerjik, bugis humoris, dan pandai beretorika. Mungkin ini warisan dari Almarhum Ayahnya yang berprofesi sebagai penjual obat keliling. Dalam bukunya itu menceritakan perjalanan hidup seorang anak yatim miskin dari pedalaman Bone Sulawesi Selatan sampai mendapat gelar Ph.D di Australian National University (ANU), Canberra. ANU adalah universitas yang paling bergengsi di negeri kangguru.…

Puisi Desember Bulan Kenangan