Skip to main content

Puisi Dalam Syairku


Di tengah merahnya mega
Di dalam kesunyian senja
Di atas selembar kertas, kutuliskan syair untukmu
Sejalan berjalannya waktu
Saat roda bumi berputar
Di tengah-tengah terbenamnya matahari
Dan munculnya bulan di malam hari
Demi waktu yang pernah kita jamah
Demi pertemuan singkat yang pernah kita jalani
Izinkan aku memanjatkan doa agar kau sehat dan bahagia
Izinkan aku memohon jamahan tanganNya untukmu selalu
Rentang waktu terkadang membuat lupa
Bahwa kita semakin mendewasa
Rentang waktu terkadang membuat lupa
Bahwa Tuhan tidak melihat harta dan rupa
Melainkan amal jasad dan hati yang ada di dalam dada
Dan hari ini
Kau menuju puncak tangga yang baru
Karena kau akan membuka lembaran baru
Untuk waktu yang tersisa untukmu
Jadikan tetes air matamu adalah tanda kelemahanmu
Jadikan rasa sedih yang mendalam adalah penyesalanmu
Hari ini, dimana kau masih diberi kesempatan
Bersyukurlah atas segala nikmat yang telah dilimpahkan untukmu
Berdoalah untuk lebih khusyuk dalam ibadah
Berharaplah semoga ridhoNya selalu untukmu
Makassar, 21 Maret 2015

Comments

Popular posts from this blog

Cinta Dalam Diam

Aku mencintaimu dalam diam
Agar cinta itu tetap utuh tak tersentuh
Seperti mentari ketika menyapa kuntum bunga yang bermekaran
Tak pernah menyentuh namun cintanya terasa bagi kuntum-kuntum bunga yang sedang bermekaran

Mungkinkah ada aku di hatimu
Adakah kau tau bahwa aku sangat menginginkanmu

Saat bibir tak lagi mampu berkata
Hati ini menjerit memanggil namamu
Terngiang selalu saat kau panggil namaku
Membawaku semakin berkhayal akan dirimu
Tergambar jelas semua tentangmu
Tentang senyumanmu
Tentang kebijaksanaanmu
Bahkan cara kau menatapku
Gelisah malamku merintih merindukanmu
Seakan pagi tak akan bertemu malam

Namun cukup dalam diamku
Dalam diam aku mengagumimu
Dalam hening aku memikirkanmu
Dalam doa aku merintih mengharapmu
Dalam kesendirian aku bertahan memujamu
Aku merindukanmu berharap kau mecintaiku
Mencintai cinta dengan cintaNya
Dan aku akan selalu mencintaimu dalam diamku
Hingga cintaku dan cintamu di persatukan dalam cintaNya

Resensi Buku MELAWAN TAKDIR Karya Prof. Hamdan Juhanis

Melawan Takdir. Adalah  buku Otobiografi motivasi Hamdan Juhannis, dosen sekalgius professor termuda di Universitas Islam Negeri (UIN) Alaudddin Makassar. Terbit pertama kali pada Juli 2013 hingga pada cetakannya yang keenam November 2013, Melawan Takdir bukanlah karya tulis pertama yang berhasil diterbitkan dari  seorang yang resmi menyandang gelar  professor atau guru besarnya pada usia 37 tahun itu. Jauh sebelum menulis otobiografi motivasi tersebut, ayah dari dua orang putri ini  telah aktif menulis berbagai opini yang dimuat di surat kabar.
Prof. Hamdan Juhannis adalah seorang Profesor termuda. Dia enerjik, bugis humoris, dan pandai beretorika. Mungkin ini warisan dari Almarhum Ayahnya yang berprofesi sebagai penjual obat keliling. Dalam bukunya itu menceritakan perjalanan hidup seorang anak yatim miskin dari pedalaman Bone Sulawesi Selatan sampai mendapat gelar Ph.D di Australian National University (ANU), Canberra. ANU adalah universitas yang paling bergengsi di negeri kangguru.…

Puisi Desember Bulan Kenangan