Skip to main content

Artikel Rencana Allah Lebih Indah




Rencana Ulma memang indah, tapi rencana Allah jauh lebih indah. Tidak semua hal yang Ulma inginkan, bisa Ulma miliki. Terkadang, ada saat dimana apa yang Ulma harapkan, yang selalu Ulma impikan, yang selama ini Ulma rencanakan dengan sangat rapi, namun ternyata harus berjalan tidak sesuai dengan keinginan Ulma. Jangan beranggapan bahwa segala upaya, usaha dan doa selama ini telah sia-sia Ulma lakukan.
Ulma kecewa, itu pasti. Tapi ingat, jangan sampai kekecewaan itu membuat Ulma terpuruk, hingga menghilangkan kesadaran, bahwa itu adalah ketentuan Allah.  Tak satupun kejadian di muka bumi ini hadir tanpa sepengetahuan-Nya. Ulma harus menyadari bahwa ada hal baik yang akan terjadi setelah ini. Ingatlah ayat Allah, “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” – QS. Al-Insyirah: 5-6.
Yakinlah, rencana Allah lebih indah. Bahkan jauh lebih indah dari rencana Ulma. Tiada kisah yang berakhir lebih indah dari kisah rancangan-Nya. Ulma hanya perlu memastikan ikhtiarnya sesuai yang Allah perintahkan, bersabar untuk menantikannya, dan ikhlaslah menerimanya.
Ketika Ulma tidak bisa menerima, apa yang Ulma dapatkan? Hanya mata bengkak karena terus menangisinya? Atau mendapat kata-kata penghibur dari teman? Atau hanya dikasihani orang lain? Belum lagi, waktu habis sia-sia, sementara bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan kebaikan diwaktu mendatang.
Bersikap cengeng, mengatakan sulit terus, curhat kesana kemari tetapi melupakan curhat kepada Allah, dan berharap belas kasihan dari manusia, tetapi tidak berharap dari Allah.
Akan tetapi saat Ulma mampu menghadapi kenyataan yang pahit dengan sabar dan ikhlas, akan ada banyak manfaat yang bisa Ulma dapatkan: Pahala atas keshabaran dan keikhlasan tersebut. Peningkatan kualitas diri karena Ulma sudah terlatih menghadapi yang sulit. Ulma lebih sabar, lebih tangguh, dan lebih berani menghadapi kenyataan hidup. Dan Ulma akan memiliki peluang mendapatkan yang lebih baik dimasa mendatang.

“Sepandai-pandainya manusia membuat rencana, ketahuilah.. rencana Allah lebih indah” – Febrianti Almeera

Fitriani Ulma
Gowa, 16 November 2015

Comments

Assalamualaikum,,,

tetap semangat ya....
Allah will be together wits us...
Fitriani Ulma said…
walaikumsalam warohmatullah...

iyya, syukron :)

Popular posts from this blog

Cinta Dalam Diam

Aku mencintaimu dalam diam
Agar cinta itu tetap utuh tak tersentuh
Seperti mentari ketika menyapa kuntum bunga yang bermekaran
Tak pernah menyentuh namun cintanya terasa bagi kuntum-kuntum bunga yang sedang bermekaran

Mungkinkah ada aku di hatimu
Adakah kau tau bahwa aku sangat menginginkanmu

Saat bibir tak lagi mampu berkata
Hati ini menjerit memanggil namamu
Terngiang selalu saat kau panggil namaku
Membawaku semakin berkhayal akan dirimu
Tergambar jelas semua tentangmu
Tentang senyumanmu
Tentang kebijaksanaanmu
Bahkan cara kau menatapku
Gelisah malamku merintih merindukanmu
Seakan pagi tak akan bertemu malam

Namun cukup dalam diamku
Dalam diam aku mengagumimu
Dalam hening aku memikirkanmu
Dalam doa aku merintih mengharapmu
Dalam kesendirian aku bertahan memujamu
Aku merindukanmu berharap kau mecintaiku
Mencintai cinta dengan cintaNya
Dan aku akan selalu mencintaimu dalam diamku
Hingga cintaku dan cintamu di persatukan dalam cintaNya

Resensi Buku MELAWAN TAKDIR Karya Prof. Hamdan Juhanis

Melawan Takdir. Adalah  buku Otobiografi motivasi Hamdan Juhannis, dosen sekalgius professor termuda di Universitas Islam Negeri (UIN) Alaudddin Makassar. Terbit pertama kali pada Juli 2013 hingga pada cetakannya yang keenam November 2013, Melawan Takdir bukanlah karya tulis pertama yang berhasil diterbitkan dari  seorang yang resmi menyandang gelar  professor atau guru besarnya pada usia 37 tahun itu. Jauh sebelum menulis otobiografi motivasi tersebut, ayah dari dua orang putri ini  telah aktif menulis berbagai opini yang dimuat di surat kabar.
Prof. Hamdan Juhannis adalah seorang Profesor termuda. Dia enerjik, bugis humoris, dan pandai beretorika. Mungkin ini warisan dari Almarhum Ayahnya yang berprofesi sebagai penjual obat keliling. Dalam bukunya itu menceritakan perjalanan hidup seorang anak yatim miskin dari pedalaman Bone Sulawesi Selatan sampai mendapat gelar Ph.D di Australian National University (ANU), Canberra. ANU adalah universitas yang paling bergengsi di negeri kangguru.…

Puisi Desember Bulan Kenangan