Skip to main content

Puisi Pray For Palestine



Wahai kalian kaum zionis Israel
Mereka hanya makhluk mungil yang tak berdaya
Mengapa kau korbankan mereka dengan kebiadaban kalian
Dimana nurani kalian?

Wahai sahabatku palestina…
Berpuluh tahun kau hidup dalam belenggu kaum Zionis
Berpuluh tahun kau merasakan penderitaan yang tiada habis
Aku berdoa kepada Sang pencipta.
Agar kau bisa merasakan indahnya kebebasan di dunia.
Agar kau bisa berdiri kokoh layaknya bangsa-bangsa lain.
Agar kau juga merdeka dan lepas dari belenggu kaum Zionis Israel.

Ya Allah Yaa Robb…
Ya Allah Yaa Hayyu Yaa Qoyum
Yaa Dzalzalaali Walikroom…
Hancurkan mereka yang telah tega melukai anak-anak tak berdosa
Mereka yang membuat anak kehilangan ibunya
Mereka yang mebuat ibu kehilangan anaknya
Yaa Allah Yaa Robb…
Turunkanlah bala tentara langit-Mu
Hancurkan tentara Israel sebagaiman telah Engkau hancurkan tentara Abrahah
Turunkan pasukan khusus-Mu sebagaimana telah Engkau turunkan di perang Badar dan perang Khaibar.
Yaa Allah Yaa Robb…
Berikan pertolongan-Mu untuk saudaraku, rakyat palestina.
Muliakan mereka
Teguhkan hati hati mereka
Berikan ketabahan pada mereka
Satukan jiwa mereka dalam berjuang

Semoga jasad-jasad yang telah pergi, bahagia disurga Allah
Semoga darah yang ada disana, akan menjadi lautan jernih disurga Allah
Dan semoga penderitaan itu, akan segera menjadi kebahagiaanmu.
Hanya doa tulus yang bisa ku panjatkan untukmu.

Ba’da tasbih, tahmid, tahlil dan sholawat atas nabi teriring doa dan semangat untuk saudara-saudara kita dipalestina.

F.A Ulma
Jumat/11/Juli/2014

Comments

Popular posts from this blog

Resensi Buku MELAWAN TAKDIR Karya Prof. Hamdan Juhanis

Melawan Takdir. Adalah  buku Otobiografi motivasi Hamdan Juhannis, dosen sekalgius professor termuda di Universitas Islam Negeri (UIN) Alaudddin Makassar. Terbit pertama kali pada Juli 2013 hingga pada cetakannya yang keenam November 2013, Melawan Takdir bukanlah karya tulis pertama yang berhasil diterbitkan dari  seorang yang resmi menyandang gelar  professor atau guru besarnya pada usia 37 tahun itu. Jauh sebelum menulis otobiografi motivasi tersebut, ayah dari dua orang putri ini  telah aktif menulis berbagai opini yang dimuat di surat kabar. Prof. Hamdan Juhannis adalah seorang Profesor termuda. Dia enerjik, bugis humoris, dan pandai beretorika. Mungkin ini warisan dari Almarhum Ayahnya yang berprofesi sebagai penjual obat keliling. Dalam bukunya itu menceritakan perjalanan hidup seorang anak yatim miskin dari pedalaman Bone Sulawesi Selatan sampai mendapat gelar Ph.D di Australian National University (ANU), Canberra. ANU adalah universitas yang paling b...

Kurawat Senyum Di Wajah Mereka

“..sebab bahagia itu sederhana. Sesederhana ketika kita dapat melihat orang lain tertawa bahagia, ketika kita dapat berbagi, mengabdi dan bersyukur.” Matahari dengan terpaan sinarnya menerjang wajah dan seluruh tubuhku. Siang yang cerah dengan udara yang begitu terik terasa. Hembusan angin yang bertiup meruntuhkan dedaunan yang kering. Lima belas menit dengan scooter merah yang kugunakan telah membawaku tepat di depan mereka yang sedang berkumpul menungguku. Mereka yang memenuhi ruang ingatanku akhir-akhir ini. Wajah-wajah yang selalu tersenyum ceria menari-nari di pelupuk mata. Meraka adalah sekelompok anak yatim. Seorang anak yang tidak memiliki bapak yang harus benar-benar berjuang untuk tetap melanjutkan sekolah dan membantu ibunya bekerja dalam mempertahankan kehidupannya. Mereka yang membuat hidupku menjadi lebih bernilai. Mereka yang membuatku mampu melihat banyak orang khususunya anak yatim dhuafa yang membutuhkan uluran tangan. Mereka membuatku ingin berbagi. Aku harus...

Muhammad Yunus, Pemuda yang Memilih Menjadi Imam Masjid

Terucap syukur untuk segala kenikmatan yang diberikan lewat langit yang memancarkan rona jingga. Menyaksikan dedaunan yang dengan syahdu menerima kehidupan. Siulan burung kenari yang menari di udara seolah memberikan isyarat bahwa dia pun sedang bersyukur kepadaNya. Aku pun yakin bahwa di belahan bumi lainnya ada gunung-gunung hijau yang menjulang, tampak megah dan asri atas kuasaNya. Langit senja perlahan berubah warna jingga keabu-abuan, nampak serasi dengan alunan ayat Ilahi yang dikumandangkan muadzin. “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, ....”             Suara adzan menggema membelah langit senja. T ampak beberapa derap langkah kaki menuju masjid Cheng Hoo . Rumah Allah yang terletak di sudut kota metropolitan itu selalu ramai dikunjungi. Orang tua, bapak-bapak, ibu-ibu, gadis dan para remaja, tak ketinggalan bocah-bocah kecil juga ber bondong-bondong datang melaksanakan shalat berjamaah ke masjid C...