Skip to main content

Posts

Puisi Dentuman Rindu

Duhai angin malam... Terbangkan rasa ini dan sampaikan rinduku untuk Bunda Agar cekaman ini terobati bersama sejuknya semilirmu Aku rindu senyumannya Senyuman yang mampu menyeruakkan semangatku Aku rindu perhatiannya Perhatian yang mampu meringankan bebanku Aku rindu pelukannya Pelukan yang mampu menghangatkan tubuhku Walau hanya serangkaian kata Yang tersusun dalam bait aksara Berharap perasaan rinduku Menyentuh hatimu Bunda.

Cerpen I Wanna Be A Strong Girl

  “Allahumma wa mudzhiba al-ba’si anta asy-syaafi, laa syafiya illa syifaauka, syifaan la yughadiru saqaman : Ya Allah ya Tuhan kami, hanya Engkaulah yang menghilangkan kesedihan, Engkaulah yang Maha menyembuhkan, Tidak ada yang mampu menyembuhkan kecuali hanya Engkau yang menyembuhkan, sembuh tanpa terasa sakit.” Ya Allah.. Aku tau Engkau bagitu sayang padaku, sehingga Engkau memberikan ujian ini. Rasa sakit yang menyayat hati setiap detik waktuku. Rasa kecewa yang menggerogoti tiap detak jantungku. Kenyataan telah membuat hatiku terluka. Waktu telah ikrarkan kepalsuan rasa. Siang yang terang benderang bagiku mendung yang siap menumpahkan tangisnya. Atas puing luka yang telah digoreskan dan seutas kenangan hingga menggerogoti urat nadiku. Perlahan, aku sudah mulai sembuh melalui proses waktu yang tidak sebentar. Rasa sakit itu tak lagi mencabik-cabik hatiku. Aku sudah bisa sedikit demi sedikit melupakan kejadian pahit itu dan merasa seperti tak pernah terjadi apa-apa. A...

Wajahmu Semakin Buram

Senja yang menguning. Langit pun seperti terbelah. Aku kembali menjengukmu di rumah sakit ini, tempat dimana kau melawan suatu penyakit. Aku telah datang melewati koridor-koridor gelap dipenuhi penjenguk yang muram. Lantai berkeramik putih mirip seragam perawat di gedung yang terlihat mewah dari luar. Disini aku duduk dibangku kayu ruang tunggu bersama sanak keluarga yang me ngkhawatirkanmu. Sambil melihat orang-orang dengan sejuta kegelisahan di matanya. Lalu aku beranjak dan berdiri di depan pintu kamarmu. Kau yang terlihat tengah terbaring lemah, terkulai tak berdaya dikelilingi elektrokardiogram, tabung-tabung oksigen, selang-selang infus dan berbagai macam alat lainnya bergelantungan ditubuhmu agar kau tetap bertahan hidup sampai saat ini. Wajahmu buram, lebih buram dari wajah mentari tertindih mendung senja hari. Cepat Sembuh Sepupuku #DoaKamiUntukmu F.A Ulma Sabtu, 09 Agustus 2014

Lekas Sembuh

Langit begitu kelam dan kusam bagi mereka yang mengkhawatirkanmu... Kala perihmu lunturkan tawa Kala rintihmu risaukan bahagia... Hati mereka gelisah dan tenggelam Bila wajahmu pucat dan tubuhmu hanya terbaring, terkulai lemah dan tak berdaya Sebutir restu segelas damba dalam pengharapan, Serangkai bunga mekar dalam wangi doa... Semoga lekas sembuh sepupuku Kami ingin melihat bola matamu berbinar kembali.. F.A Ulma Kamis, 07 Agustus 2014 

Puisi Riuh Takbir dimalam Fitri

Seiring menghilangnya kemuning dilangit senja Kini berganti gelap menjelma Kini kuraih kemenangan-Mu… Riuh gema takbir, tahlil dan tahmid menggemparkan cakrawala Bunyi bedugpun bertalu-talu dengan irama yang merdu Iramanya memenuhi ruang antara langit dan bumi Disambut riuh rendah dengan suara petasan Getarkan qalbu umat yang tengah khusyu’ Penuh mahabbah, ridho, harap-harap cemas Akan hari perjumpaan dengan Sang Khaliq Tak terasa air mata menetes dipipi Sembari terdiam menggemakan takbir-Mu Allahu Akbar-Allahu Akbar-Allahu Akbar Laailahaillalahu Allahu Akbar Allahu Akbar walilahilham.... F.A Ulma Minggu, 27 Juli 2014

Puisi Kemarin, Hari ini dan Esok

Kemarin… Kau adalah seseorang yang begitu kucinta Kau adalah seseorang yang begitu kurindu Kau adalah penerang di waktu gelapku Kau adalah seorang penenang di kala gelisahku Kau hadirkan senyum terindah Senyuman yang menjadi satu-satunya nafas untukku Saat aku tenggelam dalam larutnya kegelapan Saat hujan luka itu masih menari diatas perih Kau datang membawakanku sebuah pelangi Hari ini…. Terbayang bias wajahmu di antara kelamnya pedih hatiku Menahan perihnya luka yang kau iris hari kemarin Sesak rasa di dada kian menghimpit hati Sungguh tak kuasa diriku jika harus mengingat ke masa itu Saat cinta dan pengorbananku kau balas dengan dusta pedih Esok… Jika hanya menyisakan getir di hati Walau kisah itu begitu indah Kuingin melupakanmu, melepas semua beban dalam hati Dan semua kenangan tentang dirimu. Karena kenangan itu hanya menyisakan perih di hati Selamat tinggal kasih. F.A Ulma Rabu, 09 Juli 2014

Puisi Pray For Palestine

Wahai kalian kaum zionis Israel Mereka hanya makhluk mungil yang tak berdaya Mengapa kau korbankan mereka dengan kebiadaban kalian Dimana nurani kalian? Wahai sahabatku palestina… Berpuluh tahun kau hidup dalam belenggu kaum Zionis Berpuluh tahun kau merasakan penderitaan yang tiada habis Aku berdoa kepada Sang pencipta. Agar kau bisa merasakan indahnya kebebasan di dunia. Agar kau bisa berdiri kokoh layaknya bangsa-bangsa lain. Agar kau juga merdeka dan lepas dari belenggu kaum Zionis Israel. Ya Allah Yaa Robb… Ya Allah Yaa Hayyu Yaa Qoyum Yaa Dzalzalaali Walikroom… Hancurkan mereka yang telah tega melukai anak-anak tak berdosa Mereka yang membuat anak kehilangan ibunya Mereka yang mebuat ibu kehilangan anaknya Yaa Allah Yaa Robb… Turunkanlah bala tentara langit-Mu Hancurkan tentara Israel sebagaiman telah Engkau hancurkan tentara Abrahah Turunkan pasukan khusus-Mu sebagaimana telah Engkau turunkan di perang Badar dan perang Khaibar. ...