Skip to main content

Mengasah Inner Beauty

Malu karena Allah adalah perona pipinya
Penghias rambutnya adalah jilbab yang terulur sampai dadanya
Zikir yang senantiasa membasahi bibir adalah lipstiknya
Kacamatanya adalah penglihatan yang terhindar dari maksiat
Air wudhu adalah bedaknya untuk cahaya di akherat
Kaki indahnya selalu menghadiri majelis ilmu
Tanganya selalu berbuat baik pada sesama
Pendengaran yang ma’ruf adalah anting muslimah
Gelangnya adalah tawadhu
Kalungnya adalah kesucian

Kecantikan luar itu tidak akan bermakna tanpa ada kecantikan yang datang dari dalam  yaitu kecantikan batin atau bahasa gaulnya Inner Beauty. Siapa sih yang tidak ingin disebut cantik? Semua wanita pasti menginginkannya. Terkadang wanita itu sering melakukan berbagai macam cara agar bisa terlihat cantik. Yang tidak terlalu cantik, bisa mendadak cantik kalau dia makeover wajahnya di salon dan berdandan dengan pakaian yang modis. Kayaknya butuh ekstra banyak doku deh kalau mau terus ngikutin hawa nafsu biar tetap disebut cantik.

Bagaimanakah pentingnya mengutamakan kecantikan batin dari pada hanya memperhatikan kecantikan fisik semata? Upss... Memang cantik fisik itu penting juga, dan tidak bisa dianggap remeh. Tapi, apakah hanya sekedar cantik parasnya bila dipandang, mata yang indah, mempunyai suara yang merdu? Tentu saja tidak. Terkadang, kita pernah melihat atau berbicara dengan seseorang yang sebenarnya dari penampilan fisik yang dia miliki biasa-biasa saja, tapi ada aura yang terpancar dari dirinya yang membuat kita merasa tertarik padanya. Nah! Pesona inilah yang disebut dengan Inner Beauty.

Menurut buku yang pernah saya baca, Inner Beauty adalah suatu kekuatan yang tidak terlihat memancarkan keindahan, karisma seseorang. Tetapi pengaruhnya dapat dirasakan oleh orang lain yang berada disekitarnya dan juga memiliki ketaqwaan kepada Allah. Wanita yang senantiasa memelihara ketaqwaan akan dapat mengalahkan kecantikan yang hanya dimiliki lahiriah saja.
Yang mana sih ciri wanita yang bertaqwa? Ciri wanita bertaqwa adalah mencintai Allah dan Rasulnya. menutup auratnya, melakukan ibadah-ibadah sunnah, berdzikir kepada Allah, bergaul dengan orang-orang shaleh, merasa diawasi oleh Allah, mengendalikan hawa nafsu.
Jelas banget khan mengenai inner beauty? Nah, Sekarang bagaimana caranya sih supaya memiliki inner beauty tersebut?

Yang namanya seorang muslimah, dapat memancarkan aura keanggunan fisik dari kepribadianya sehingga dapat tampil mempesona. Agar aura kecantikan bisa terpancar, maka diperlukan adanya keseimbangan antara kecantikan fisik dan juga kecantikan batinnya. Bagaimana bisa menampilkan inner beauty? Kunci utamanya adalah harus tampil percaya diri atau PeDe, berfikiran positif, dan tidak menyesali keadaan. Mampu mengendalikan stress dan tetap semangat dalam menghadapi segala cobaan. Manajemen hati juga penting lho! Supaya bisa terhindar dari rasa benci, dengki, iri dan cobalah untuk menghargai orang lain, gaya hidup yang sehat serta pola makan yang tepat. Wow berat juga yaa… banyak banget syaratnya.

Bagaimana caranya mengasah inner beauty tersebut?
1. Berfikiran positif.
Berfikir positif pada diri sendiri dan juga pada orang lain. Muslimah yang berfikiran positif diyakini dapat membuat wajah lebih bersinar karena yang ada di dalam hati dan pikiran terpancar melalui wajah dan mata. Jangan menyesali kekurangan diri, lebih baik berfikir bahwa manusia memiliki kekurangan dan juga kelebihan.
2. Rasa Syukur.
Rasa syukur juga membuat kita terhindar dari penyakit hati. Bersyukur dengan apa yang telah Allah berikan karena pada dasarnya Allah sudah menciptakan fisik kita sedemikian sempurnanya. Rasa syukur akan membuat batin terasa lebih tentram. Biasakan juga untuk mengulurkan bantuan dengan ikhlas bagi orang yang membutuhkan.
3. Mengasah kemampuan intelektual.
Dengan wawasan serta pengetahuan yang luas akan membuat wanita muslimah memiliki nilai tambah tersendiri.
4.  Senyuman
Hal yang tidak kalah penting karena senyum yang tulus dapat meluluhkan ketegangan jiwa dan membuat wajah lebih bersinar. Hiks! Senyumnya asal jangan disalah artikan saja yaa…
Ciri-ciri wanita muslimah yang memiliki kecantikan inner beauty itu, mereka yang mampu bertoleransi dan berinteraksi dengan sesama, mempunyai rasa sayang terhadap siapapun, dan rendah hati serta kuat iman. Heemmm… kira-kira sudah ada belum pada diri kita ciri-ciri itu? Yah, kalau ingin punya ciri-ciri tersebut, Tidak ada salahnya kan di coba langkah-langkah diatas.

Selamat Mencoba.

Referensi kata:
1. Kotak Kecantikan Ajaib karya Ninih Muthmainnah.
2. Oase Islami
3. Google


Comments

Popular posts from this blog

Cinta Dalam Diam

Aku mencintaimu dalam diam
Agar cinta itu tetap utuh tak tersentuh
Seperti mentari ketika menyapa kuntum bunga yang bermekaran
Tak pernah menyentuh namun cintanya terasa bagi kuntum-kuntum bunga yang sedang bermekaran

Mungkinkah ada aku di hatimu
Adakah kau tau bahwa aku sangat menginginkanmu

Saat bibir tak lagi mampu berkata
Hati ini menjerit memanggil namamu
Terngiang selalu saat kau panggil namaku
Membawaku semakin berkhayal akan dirimu
Tergambar jelas semua tentangmu
Tentang senyumanmu
Tentang kebijaksanaanmu
Bahkan cara kau menatapku
Gelisah malamku merintih merindukanmu
Seakan pagi tak akan bertemu malam

Namun cukup dalam diamku
Dalam diam aku mengagumimu
Dalam hening aku memikirkanmu
Dalam doa aku merintih mengharapmu
Dalam kesendirian aku bertahan memujamu
Aku merindukanmu berharap kau mecintaiku
Mencintai cinta dengan cintaNya
Dan aku akan selalu mencintaimu dalam diamku
Hingga cintaku dan cintamu di persatukan dalam cintaNya

Resensi Buku MELAWAN TAKDIR Karya Prof. Hamdan Juhanis

Melawan Takdir. Adalah  buku Otobiografi motivasi Hamdan Juhannis, dosen sekalgius professor termuda di Universitas Islam Negeri (UIN) Alaudddin Makassar. Terbit pertama kali pada Juli 2013 hingga pada cetakannya yang keenam November 2013, Melawan Takdir bukanlah karya tulis pertama yang berhasil diterbitkan dari  seorang yang resmi menyandang gelar  professor atau guru besarnya pada usia 37 tahun itu. Jauh sebelum menulis otobiografi motivasi tersebut, ayah dari dua orang putri ini  telah aktif menulis berbagai opini yang dimuat di surat kabar.
Prof. Hamdan Juhannis adalah seorang Profesor termuda. Dia enerjik, bugis humoris, dan pandai beretorika. Mungkin ini warisan dari Almarhum Ayahnya yang berprofesi sebagai penjual obat keliling. Dalam bukunya itu menceritakan perjalanan hidup seorang anak yatim miskin dari pedalaman Bone Sulawesi Selatan sampai mendapat gelar Ph.D di Australian National University (ANU), Canberra. ANU adalah universitas yang paling bergengsi di negeri kangguru.…

Puisi Desember Bulan Kenangan