Skip to main content

Motivasi, Jangan Jadi Pemarah

Sahabat budiman...!

Marah dan emosi sudah menjadi tabiat manusia. Kita tidak dilarang untuk marah, namun diperintahkan untuk mengendalikannya agar tidak sampai menimbulkan efek negatif. Orang yang mampu menahan marah lebih baik dan lebih sempurna dari pada orang yang suka marah (pemarah). Dan itulah yang disebut kuat, seperti dalam riwayat Abu Hurairah dikatakan: Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: Orang yang kuat tidaklah yang kuat dalam bergulat, namun mereka yang mampu menahan nafsu amarahnya. (Hr. Bukhari dan Muslim)

Memang betul, menahan marah bukanlah pekerjaan yang gampang. Tidak semudah membalikkan telapak tangan, bukan? Apalagi ketika seseorang membuat masalah yang ujung-ujungnya memancing emosi kita. Yang terjadi adalah darah kita langsung naik ke ubun-ubun, tangan sudah gemetar mau memukul, betul khan? Sumpah deh, serapah sudah berada di ujung lidah tinggal menumpahkan saja, tapi jika saat itu kita mampu menahannya, maka bersyukurlah, karena kita termasuk orang yang kuat.

Buat sahabat yang tidak mampu meredam atau mengendalika kemarahannya, jangan khawatir. Ini ada beberapa caranya:
1. Membaca Ta'awwudz ketika marah.
Rasulullah bersabda: Ada kalimat kalau diucapkan niscaya akan hilang kemarahan seseorang, yaitu A'uudzu billah mina-syaithaani-r-rajiim “Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk”. (Hr. Bukhari Muslim)
2. Dengan duduk.
Apabila dengan ta’awwudz kemarahan belum hilang maka di syariatkan dengan duduk. Dalam sebuah hadist dikatakan: Kalau kalian marah maka duduklah, kalau tidak hilang juga maka bertiduranlah. (Hr. Abu Dawud)
3. Tidak berbicara (Diam).
Diam atau tidak berbicara ketika marah merupakan obat yang mujarab untuk menghilangkan kemarahan. Karena banyak berbicara dalam keadaan marah, sehingga tak terkontrol bisa-bisa jatuh pada pembicaraan yang tercela yang membahayakan diri dan orang lain.
Dalam sebuah hadist dikatakan Ajarilah (orang lain), mudahkanlah, jangan mempersulit masalah, kalau kalian marah maka diamlah. Beliau ucapkan tiga kali. (Hr. Ahmad)
4. Berwudhu.
Rasulullah bersabda Kemarahan itu itu dari syetan, sedangkan syetan tercipta dari api, api hanya bisa padam dengan air, maka kalau kalian marah berwudlulah. (Hr. Abud Dawud)
5. Bersujud, artinya shalat sunnah minimal dua rakaat.
Dalam sebuah hadist dikatakan Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam
hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya, tegangnya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah ia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud). (Hr. Tirmidzi)

Sahabat, efek dari marah juga berpengaruh besar dengan tubuh kita. Jadi alasan tepatnya kenapa kita tidak boleh marah?
Karena Jika kita marah selama 5 menit saja, efeknya adalah sistem imunitas (kekebalan) tubuh kita akan depresi selama 6 jam, imunitas tubuh kita akan mudah mati. Lalu dari situlah bermula segala awal penyakit, STRESS, kolesterol tinggi, Jantung, Rheumatik, arthritis, Sroke / pendarahan / penyumbatan pembuluh darah. Kemudian jika kita sering membiarkan pikiran kita STRESS, maka kita pun akan sering mengalami GANGGUAN PENCERNAAN. Jika mudah EMOSI dan cenderung PEMARAH, maka kita bisa rentang terhadap penyakit HEPATITIS.

Maka dari itu, Marilah kita bersyukur atas segala perkara yang telah terjadi, karena dengan bersyukur, maka hati ini menjadi GEMBIRA dan menimbulkan energi POSITIF dalam tubuh kita agar penyakit diatas tidak menyerang tubuh kita. Etsss ada satu lagi, Orang marah itu cepat tua lho....

Yuk sama-sama mengaplikasikannya dan semoga bermanfaat!

F.A Ulma/08/02/14

Sumber inspirasi:
Konsul Dokter
https://www.facebook.com/JanganJadi.MuslimahNyebelin/posts/245676688865014#

Comments

Popular posts from this blog

Resensi Buku MELAWAN TAKDIR Karya Prof. Hamdan Juhanis

Melawan Takdir. Adalah  buku Otobiografi motivasi Hamdan Juhannis, dosen sekalgius professor termuda di Universitas Islam Negeri (UIN) Alaudddin Makassar. Terbit pertama kali pada Juli 2013 hingga pada cetakannya yang keenam November 2013, Melawan Takdir bukanlah karya tulis pertama yang berhasil diterbitkan dari  seorang yang resmi menyandang gelar  professor atau guru besarnya pada usia 37 tahun itu. Jauh sebelum menulis otobiografi motivasi tersebut, ayah dari dua orang putri ini  telah aktif menulis berbagai opini yang dimuat di surat kabar. Prof. Hamdan Juhannis adalah seorang Profesor termuda. Dia enerjik, bugis humoris, dan pandai beretorika. Mungkin ini warisan dari Almarhum Ayahnya yang berprofesi sebagai penjual obat keliling. Dalam bukunya itu menceritakan perjalanan hidup seorang anak yatim miskin dari pedalaman Bone Sulawesi Selatan sampai mendapat gelar Ph.D di Australian National University (ANU), Canberra. ANU adalah universitas yang paling b...

Kurawat Senyum Di Wajah Mereka

“..sebab bahagia itu sederhana. Sesederhana ketika kita dapat melihat orang lain tertawa bahagia, ketika kita dapat berbagi, mengabdi dan bersyukur.” Matahari dengan terpaan sinarnya menerjang wajah dan seluruh tubuhku. Siang yang cerah dengan udara yang begitu terik terasa. Hembusan angin yang bertiup meruntuhkan dedaunan yang kering. Lima belas menit dengan scooter merah yang kugunakan telah membawaku tepat di depan mereka yang sedang berkumpul menungguku. Mereka yang memenuhi ruang ingatanku akhir-akhir ini. Wajah-wajah yang selalu tersenyum ceria menari-nari di pelupuk mata. Meraka adalah sekelompok anak yatim. Seorang anak yang tidak memiliki bapak yang harus benar-benar berjuang untuk tetap melanjutkan sekolah dan membantu ibunya bekerja dalam mempertahankan kehidupannya. Mereka yang membuat hidupku menjadi lebih bernilai. Mereka yang membuatku mampu melihat banyak orang khususunya anak yatim dhuafa yang membutuhkan uluran tangan. Mereka membuatku ingin berbagi. Aku harus...

Muhammad Yunus, Pemuda yang Memilih Menjadi Imam Masjid

Terucap syukur untuk segala kenikmatan yang diberikan lewat langit yang memancarkan rona jingga. Menyaksikan dedaunan yang dengan syahdu menerima kehidupan. Siulan burung kenari yang menari di udara seolah memberikan isyarat bahwa dia pun sedang bersyukur kepadaNya. Aku pun yakin bahwa di belahan bumi lainnya ada gunung-gunung hijau yang menjulang, tampak megah dan asri atas kuasaNya. Langit senja perlahan berubah warna jingga keabu-abuan, nampak serasi dengan alunan ayat Ilahi yang dikumandangkan muadzin. “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, ....”             Suara adzan menggema membelah langit senja. T ampak beberapa derap langkah kaki menuju masjid Cheng Hoo . Rumah Allah yang terletak di sudut kota metropolitan itu selalu ramai dikunjungi. Orang tua, bapak-bapak, ibu-ibu, gadis dan para remaja, tak ketinggalan bocah-bocah kecil juga ber bondong-bondong datang melaksanakan shalat berjamaah ke masjid C...