Skip to main content

Puisi Desember Bulan Kenangan



Desember...
Bagiku kau adalah bulan kenangan
Bulan untuk sebuah renungan
Bersama butir butir waktu yang telah terlewatkan
Bersama peluh yang tertancap kokoh direlung hati

Desember...
Apapun yang pernah terjadi pada masamu
Biarkan sejarah yang mengabadikannya
Biarlah menjadi sebuah catatan dalam tiap prasasti kehidupanku
Sebagai episode kelabu, tuk dikenang

Selamat datang bulan di penghujun tahun
Bulan yang kedatangannya ditandai angan dan menyisakan kenangan
Bulan yang membawa kegembiraan juga kesedihan.

Goodbye Desember kelabu
Welcome To Desember ceria

Gowa, 01 Desember 2014

Pernah terbit dikoran @HarianFajar Makassar

Comments

bagus puisinya...
sangat bermanfaat sekali... :)

kunjungi blogku ya. kalau tidak keberatan..
http://muziburrahman-fkp14.web.unair.ac.id
semoga bermanfaat. :)
Fitriani Ulma said…
terimahkasih :) ok sy sudah mengunjunginya kok....

Popular posts from this blog

Cinta Dalam Diam

Aku mencintaimu dalam diam
Agar cinta itu tetap utuh tak tersentuh
Seperti mentari ketika menyapa kuntum bunga yang bermekaran
Tak pernah menyentuh namun cintanya terasa bagi kuntum-kuntum bunga yang sedang bermekaran

Mungkinkah ada aku di hatimu
Adakah kau tau bahwa aku sangat menginginkanmu

Saat bibir tak lagi mampu berkata
Hati ini menjerit memanggil namamu
Terngiang selalu saat kau panggil namaku
Membawaku semakin berkhayal akan dirimu
Tergambar jelas semua tentangmu
Tentang senyumanmu
Tentang kebijaksanaanmu
Bahkan cara kau menatapku
Gelisah malamku merintih merindukanmu
Seakan pagi tak akan bertemu malam

Namun cukup dalam diamku
Dalam diam aku mengagumimu
Dalam hening aku memikirkanmu
Dalam doa aku merintih mengharapmu
Dalam kesendirian aku bertahan memujamu
Aku merindukanmu berharap kau mecintaiku
Mencintai cinta dengan cintaNya
Dan aku akan selalu mencintaimu dalam diamku
Hingga cintaku dan cintamu di persatukan dalam cintaNya

Resensi Buku MELAWAN TAKDIR Karya Prof. Hamdan Juhanis

Melawan Takdir. Adalah  buku Otobiografi motivasi Hamdan Juhannis, dosen sekalgius professor termuda di Universitas Islam Negeri (UIN) Alaudddin Makassar. Terbit pertama kali pada Juli 2013 hingga pada cetakannya yang keenam November 2013, Melawan Takdir bukanlah karya tulis pertama yang berhasil diterbitkan dari  seorang yang resmi menyandang gelar  professor atau guru besarnya pada usia 37 tahun itu. Jauh sebelum menulis otobiografi motivasi tersebut, ayah dari dua orang putri ini  telah aktif menulis berbagai opini yang dimuat di surat kabar.
Prof. Hamdan Juhannis adalah seorang Profesor termuda. Dia enerjik, bugis humoris, dan pandai beretorika. Mungkin ini warisan dari Almarhum Ayahnya yang berprofesi sebagai penjual obat keliling. Dalam bukunya itu menceritakan perjalanan hidup seorang anak yatim miskin dari pedalaman Bone Sulawesi Selatan sampai mendapat gelar Ph.D di Australian National University (ANU), Canberra. ANU adalah universitas yang paling bergengsi di negeri kangguru.…