Skip to main content

Syair Rindu Untuk Lelakiku



Syair Rindu Untuk Lelakiku
(Fitriani Ulma)
Lelakiku…
Demi hujan yang tak pernah letih menyirami kuncup bunga
Demi hujan telah kupatrikan namamu di kedalaman hatiku
Meski ku tahu hatimu milik wanita lain

Lelakiku…
Ku goreskan ceritra asaku tentangmu
Lewat dawak dawak cinta yang telah kutuang untukmu
Ku mulai dengan senyuman yang terpatri direlungku

Sekalipun senyummu bukanlah untukku
Sekalipun senyummu telah menjadi milik wanita lain
Sekalipun ku tak berhak memanggilmu lelakiku
Sekalipun ku tak berhak menggoreskan syair syair cinta untukmu

Hembusan angin menyapa merdu dendangkan nyanyian rindu
Sejuk terasa disetiap aliran darah
Berkhayal bersama bayang bayangmu
Mengobati kerinduan yang membeku dalam jiwa

Waktu berjalan teramat perlahan
Termenung, terpaku oleh sihir bayangmu
Rindu… Rindu… Rindu…
Aku merindukanmu, lelakiku

Tiupan seruling kerinduan mengalun indah
Di antara ranting ranting pohon asmara
Tak lengah berharap
Kiranya angin menghantarkan asaku pada dia, lelakiku
Bahwa aku disini merinduinya.
Gowa, 30 Desember 2014

Comments

Popular posts from this blog

Cinta Dalam Diam

Aku mencintaimu dalam diam
Agar cinta itu tetap utuh tak tersentuh
Seperti mentari ketika menyapa kuntum bunga yang bermekaran
Tak pernah menyentuh namun cintanya terasa bagi kuntum-kuntum bunga yang sedang bermekaran

Mungkinkah ada aku di hatimu
Adakah kau tau bahwa aku sangat menginginkanmu

Saat bibir tak lagi mampu berkata
Hati ini menjerit memanggil namamu
Terngiang selalu saat kau panggil namaku
Membawaku semakin berkhayal akan dirimu
Tergambar jelas semua tentangmu
Tentang senyumanmu
Tentang kebijaksanaanmu
Bahkan cara kau menatapku
Gelisah malamku merintih merindukanmu
Seakan pagi tak akan bertemu malam

Namun cukup dalam diamku
Dalam diam aku mengagumimu
Dalam hening aku memikirkanmu
Dalam doa aku merintih mengharapmu
Dalam kesendirian aku bertahan memujamu
Aku merindukanmu berharap kau mecintaiku
Mencintai cinta dengan cintaNya
Dan aku akan selalu mencintaimu dalam diamku
Hingga cintaku dan cintamu di persatukan dalam cintaNya

Resensi Buku MELAWAN TAKDIR Karya Prof. Hamdan Juhanis

Melawan Takdir. Adalah  buku Otobiografi motivasi Hamdan Juhannis, dosen sekalgius professor termuda di Universitas Islam Negeri (UIN) Alaudddin Makassar. Terbit pertama kali pada Juli 2013 hingga pada cetakannya yang keenam November 2013, Melawan Takdir bukanlah karya tulis pertama yang berhasil diterbitkan dari  seorang yang resmi menyandang gelar  professor atau guru besarnya pada usia 37 tahun itu. Jauh sebelum menulis otobiografi motivasi tersebut, ayah dari dua orang putri ini  telah aktif menulis berbagai opini yang dimuat di surat kabar.
Prof. Hamdan Juhannis adalah seorang Profesor termuda. Dia enerjik, bugis humoris, dan pandai beretorika. Mungkin ini warisan dari Almarhum Ayahnya yang berprofesi sebagai penjual obat keliling. Dalam bukunya itu menceritakan perjalanan hidup seorang anak yatim miskin dari pedalaman Bone Sulawesi Selatan sampai mendapat gelar Ph.D di Australian National University (ANU), Canberra. ANU adalah universitas yang paling bergengsi di negeri kangguru.…

Puisi Desember Bulan Kenangan