Skip to main content

Belajar Bahasa Inggris di FKBS Makassar



           Bahasa inggris adalah salah satu bahasa internasional yang kini telah diminati banyak orang. Bahasa inggris sudah banyak dijumpai dimana saja bahkan sudah banyak tempat kursus bahasa inggris yang bertebaran dan menjamur di Indonesia. Belajar bahasa inggris saat ini boleh dikata sedang “booming”. Anak kecil usia tingkat SD saja sudah “cas cis cus” dengan bahasa inggris.
            Berbicara tentang tempat kursus bahasa inggris, siapa yang tidak tahu Pare (Kediri) yang dijuluki “Kampung Inggris”?. Kata teman saya yang sedang belajar di sana, kampung inggris adalah tempat ideal bagi pemula. Kampung inggris adalah salah satu tempat yang menjadi target saya untuk belajar bahasa inggris. Saya berpikir bahwa akan sangat menyenangkan belajar di sana karena “Kampung Inggris” juga adalah tempat yang tepat untuk belajar bersosialisasi dan mendewasakan diri karena ada banyak orang yang datang silih berganti dari seluruh Indonesia.
            Waktu mempertemukan saya dengan Nur Rakhmi Said sebelum benar-benar memutuskan akan belajar di “Kampung Inggris”. Dia, kebetulan pernah kursus bahasa inggris. Singkatnya, dia merekomendasikan FKBS kepada saya. FKBS singkatan dari Forum Kampung Bahasa Sulawesi. FKBS adalah tempat kursus bahasa inggris yang berada di Kota Makassar Jl. Tamalate 2 Nomor 11 Kecamatan Rappocini. FKBS juga merupakan tempat kursus yang murah, merakyat, berkualitas dan religius.
            Murah? Ya, tapi tidak murahan. Dalam artian FKBS menawarkan harga yang terjangkau agar dapat merasakan pendidikan ala FKBS, sehingga biaya bukan lagi beban dalam menuntut ilmu. FKBS memang layak disebut merakyat karena tempat di FKBS sangat sederhana yang tidak mempunyai sekat antara elit dan kurang mampu, semua berbaur dan belajar bersama. Menanamkan nilai sosial agar menjadi insan yang berguna bagi banyak orang, peduli akan nasib bangsa dan negara. Itulah alasan mengapa FKBS sangat berkualitas. Terakhir religius, di FKBS bukan persoalan salah-benar yang diutamakan akan tetapi kejujuran. Nilai agama akan menjadi batas dan pengingat akan ilmu yang dimiliki sebagai pertanggu jawaban. (Read: http://www.fkbs.org/)
            Kemampuan dalam menguasai bahasa inggris tidak diukur dari seberapa mahal biaya kursus yang dibayar. Tidak dilihat dari bagaimana megahnya tempat kursus. Akan tetapi kemampuan bahasa inggris dari seberapa kuat tekad dan kemauan untuk menguasainya. Itulah sebabnya saya memutuskan belajar bahasa inggris di FKBS. Tidak perlu jauh-jauh, tidak perlu bayar mahal dan tidak perlu di tempat elit asalkan cinta untuk bahasa inggris sudah tumbuh maka apapun itu “atas nama cinta” pasti bisa.

Gowa, 03 Januari 2017 pukul 02:48.

Comments

Unknown said…
Makasih banyak miss atas tulisannya. Saya mewakili fkbs berterima kasih dan memohon terus dukunganx sehingga kami bisa terus membantu tmn2 dalam menyongsong persaingan kedepannya.
Unknown said…
Iyya kak... Semoga FKBS bisa menjadi solusi belajar bahasa inggris untuk teman-teman pemula seperti saya. :)
yumenulis said…
Kapan pendaftarannya dibuka ?
Unknown said…
Pendaftarannya buka setiap bulan ayu... Regist diakhir bulan dan kelas dimulai di awal bulan berikutnya :)

Popular posts from this blog

Resensi Buku MELAWAN TAKDIR Karya Prof. Hamdan Juhanis

Melawan Takdir. Adalah  buku Otobiografi motivasi Hamdan Juhannis, dosen sekalgius professor termuda di Universitas Islam Negeri (UIN) Alaudddin Makassar. Terbit pertama kali pada Juli 2013 hingga pada cetakannya yang keenam November 2013, Melawan Takdir bukanlah karya tulis pertama yang berhasil diterbitkan dari  seorang yang resmi menyandang gelar  professor atau guru besarnya pada usia 37 tahun itu. Jauh sebelum menulis otobiografi motivasi tersebut, ayah dari dua orang putri ini  telah aktif menulis berbagai opini yang dimuat di surat kabar. Prof. Hamdan Juhannis adalah seorang Profesor termuda. Dia enerjik, bugis humoris, dan pandai beretorika. Mungkin ini warisan dari Almarhum Ayahnya yang berprofesi sebagai penjual obat keliling. Dalam bukunya itu menceritakan perjalanan hidup seorang anak yatim miskin dari pedalaman Bone Sulawesi Selatan sampai mendapat gelar Ph.D di Australian National University (ANU), Canberra. ANU adalah universitas yang paling b...

Kurawat Senyum Di Wajah Mereka

“..sebab bahagia itu sederhana. Sesederhana ketika kita dapat melihat orang lain tertawa bahagia, ketika kita dapat berbagi, mengabdi dan bersyukur.” Matahari dengan terpaan sinarnya menerjang wajah dan seluruh tubuhku. Siang yang cerah dengan udara yang begitu terik terasa. Hembusan angin yang bertiup meruntuhkan dedaunan yang kering. Lima belas menit dengan scooter merah yang kugunakan telah membawaku tepat di depan mereka yang sedang berkumpul menungguku. Mereka yang memenuhi ruang ingatanku akhir-akhir ini. Wajah-wajah yang selalu tersenyum ceria menari-nari di pelupuk mata. Meraka adalah sekelompok anak yatim. Seorang anak yang tidak memiliki bapak yang harus benar-benar berjuang untuk tetap melanjutkan sekolah dan membantu ibunya bekerja dalam mempertahankan kehidupannya. Mereka yang membuat hidupku menjadi lebih bernilai. Mereka yang membuatku mampu melihat banyak orang khususunya anak yatim dhuafa yang membutuhkan uluran tangan. Mereka membuatku ingin berbagi. Aku harus...

Muhammad Yunus, Pemuda yang Memilih Menjadi Imam Masjid

Terucap syukur untuk segala kenikmatan yang diberikan lewat langit yang memancarkan rona jingga. Menyaksikan dedaunan yang dengan syahdu menerima kehidupan. Siulan burung kenari yang menari di udara seolah memberikan isyarat bahwa dia pun sedang bersyukur kepadaNya. Aku pun yakin bahwa di belahan bumi lainnya ada gunung-gunung hijau yang menjulang, tampak megah dan asri atas kuasaNya. Langit senja perlahan berubah warna jingga keabu-abuan, nampak serasi dengan alunan ayat Ilahi yang dikumandangkan muadzin. “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, ....”             Suara adzan menggema membelah langit senja. T ampak beberapa derap langkah kaki menuju masjid Cheng Hoo . Rumah Allah yang terletak di sudut kota metropolitan itu selalu ramai dikunjungi. Orang tua, bapak-bapak, ibu-ibu, gadis dan para remaja, tak ketinggalan bocah-bocah kecil juga ber bondong-bondong datang melaksanakan shalat berjamaah ke masjid C...