Skip to main content

Kursus Pertama Bahasa Inggris di FKBS Makassar



Kemampuan berbahasa inggris adalah salah satu aspek penting di era globalisasi. Lihatlah semua hal, teknolgi, internet, buku dan poster-poster di pinggiran jalan pun sudah banyak yang menggunakan bahasa inggris. Lalu bagaimana dengan karir di masa mendatang? Your future is determined by what you start today.
            Sekarang ini, kemampuan berbahasa inggris dianggap sebagai sebuah penentu jalan pendidikan terutama beasiswa. Menguasai bahasa inggris akan mengabulkan cita-cita yang besar, kuliah di luar negeri dan mendapatkan beasiswa. Manfaat belajar bahasa inggris tidak diragukan lagi, bukan?
Speaking Class
            Kemampuan bahasa inggris adalah hal mutlak yang harus diperjuangkan saat ini. Belajar bersama teman, bergabung di english club, dengarkan lagu bahasa inggris, rajin membaca dan menulis.
            Saya sendiri baru belajar bahasa inggris, secara resmi di akhir tahun 2016. Saya tidak pernah berpikir akan bergabung di english club. Jujur saja, awalnya saya adalah orang yang anti bahasa inggris. Berbicara masih belepotan, intonasi tidak jelas, lidah masih kaku dan yang paling fatal adalah penyebutannya.
            Saya selalu belajar dari kata bijak Douglas Jerrold yang mengatakan bahwa, “kesulitan itu ibarat seorang bayi. Hanya bisa berkembang dengan cara merawatnya”. Dari kata bijak ini saya berpikir bahwa tidak ada orang pintar sebelum belajar dan kemampuan akan didapatkan setelah belajar
            Mengapa bahasa inggris susah? Karena kamu belum mencintai bahasa inggris. Jadi, kalau kamu mau menguasai bahasa inggris cintai dulu bahasa inggris.” tutur Mrs. Dian.
            Pertama kali bergabung di FKBS, itulah kalimat yang selalu terngiang jelas di telinga saya sampai saat ini. FKBS adalah salah satu tempat bimbingan belajar bahasa inggris yang berada di Makassar. (Read: http://fitrianiulma.blogspot.co.id/2017/01/belajar-bahasa-inggris-di-fkbs-makassar.html)
Vocabulary Class
             Di FKBS saya mengikuti dua program kelas (Vocabulary and Speaking). Awalnya saya mengira bahwa di english club itu bakalan dapat teman kelas yang sombong dan tutor-tutornya bermuka datar tanpa ekspresi, :D heheh ternyata, WOW Amazing! FKBS mempertemukan saya dengan orang-orang yang super gila, unik, seru, asik dan kece. Hal yang paling unik di kelas adalah gaya kami yang berbeda-beda ketika speak english dan hal itu bikin ngakak banget. :D
Intinya kalau sudah berada di kelas tidak bakalan bosanlah. Suasana di kelas nyaman meskipun sederhana, teman-teman yang menyenangkan dan tutor yang friendly. Hal ini berkaitan dengan argumen Grace Chandra yang mengatakan bahwa, “Membuat proses belajar senyaman dan semudah mungkin, harus interaktif dan tidak hanya berjalan satu arah saja”.
            “Untuk menjaga minat belajar yang utama adalah membangun suasana dan proses belajar senyaman mungkin. Tanpa suasana yang nyaman, kamu yang sedang belajar akan gelisah dan cepat bosan sehingga bahan yang diajarkan tidak akan sampai dengan baik,” tegas Grace. Jadi kamu yang lagi mencari tempat kursus, carilah kelompok atau tempat bimbingan belajar yang nyaman untukmu.

Fitriani Ulma
Kamis, 19 Januari 2017

Edisi makan diakhir materi
Shelfi kece







Abadikan momen pas dapat reward bedak

Comments

Popular posts from this blog

Resensi Buku MELAWAN TAKDIR Karya Prof. Hamdan Juhanis

Melawan Takdir. Adalah  buku Otobiografi motivasi Hamdan Juhannis, dosen sekalgius professor termuda di Universitas Islam Negeri (UIN) Alaudddin Makassar. Terbit pertama kali pada Juli 2013 hingga pada cetakannya yang keenam November 2013, Melawan Takdir bukanlah karya tulis pertama yang berhasil diterbitkan dari  seorang yang resmi menyandang gelar  professor atau guru besarnya pada usia 37 tahun itu. Jauh sebelum menulis otobiografi motivasi tersebut, ayah dari dua orang putri ini  telah aktif menulis berbagai opini yang dimuat di surat kabar. Prof. Hamdan Juhannis adalah seorang Profesor termuda. Dia enerjik, bugis humoris, dan pandai beretorika. Mungkin ini warisan dari Almarhum Ayahnya yang berprofesi sebagai penjual obat keliling. Dalam bukunya itu menceritakan perjalanan hidup seorang anak yatim miskin dari pedalaman Bone Sulawesi Selatan sampai mendapat gelar Ph.D di Australian National University (ANU), Canberra. ANU adalah universitas yang paling b...

Resensi Film I'm Not Stupid

I’m Not Stupid adalah sebuah film yang menceritakan tentang anak remaja yang sedang menjalani kehidupan dengan bakat yang dimilikinya akan tetapi keadaan lingkungan baik itu lingkungan keluarga dan sekolah yang seolah-olah tidak mendukung mereka. Dan film ini juga khusus ditujukan kepada orang tua yang memiliki kesibukan masing-masing demi mendapatkan kekayaan yang berlimpah serta kepada orang tua yang mendidik anaknya secara fisik.   KELUARGA PERTAMA:   Tom diperankan oleh ( Shawn Lee ) dan Jerry di perankan oleh ( Ashley Leong ) berasal dari keluarga yang berada atau keluarga yang kaya dan serba berkecukupan , namun kedua orang tua mereka adalah orang tua yang   begitu sibuk dengan pekerjaannya masing-masing,   sehingga orang tua tidak memiliki waktu buat anak-anak mereka sedikit pun bahkan untuk berkomunikasi pun sangat susah, bagaikan sebuah penjara dalam keluarga dengan mulut serba tertutup, tidak punya kesempatan untuk berkata apa pun, bahkan wak...

Kurawat Senyum Di Wajah Mereka

“..sebab bahagia itu sederhana. Sesederhana ketika kita dapat melihat orang lain tertawa bahagia, ketika kita dapat berbagi, mengabdi dan bersyukur.” Matahari dengan terpaan sinarnya menerjang wajah dan seluruh tubuhku. Siang yang cerah dengan udara yang begitu terik terasa. Hembusan angin yang bertiup meruntuhkan dedaunan yang kering. Lima belas menit dengan scooter merah yang kugunakan telah membawaku tepat di depan mereka yang sedang berkumpul menungguku. Mereka yang memenuhi ruang ingatanku akhir-akhir ini. Wajah-wajah yang selalu tersenyum ceria menari-nari di pelupuk mata. Meraka adalah sekelompok anak yatim. Seorang anak yang tidak memiliki bapak yang harus benar-benar berjuang untuk tetap melanjutkan sekolah dan membantu ibunya bekerja dalam mempertahankan kehidupannya. Mereka yang membuat hidupku menjadi lebih bernilai. Mereka yang membuatku mampu melihat banyak orang khususunya anak yatim dhuafa yang membutuhkan uluran tangan. Mereka membuatku ingin berbagi. Aku harus...